6 Tips Untuk Melakukan Jual Beli Kendaraan Bermotor – Legalisasi
EnglishIndonesian

6 Tips Untuk Melakukan Jual Beli Kendaraan Bermotor

car showroom

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Sobat legal jual beli kendaraan bermotor harus dilakukan sesuai dengan prosedur hukum dan tata cara perikatan perdata. Ada beberapa dokumen yang harus disiapkan ketika hendak melakukan jual beli kendaraan bermotor sehingga antara penjual dan pembeli dapat merasa aman dan nyaman ketika melakukan transaksi tersebut. Stnk merupakan salah satu dokumen yang harus dipersiapkan dalam transaksi jual beli. Namun perlu diperhatikan bahwa STNK bukan merupakan kepemilikan kendaraan bermotor. Dokuemn yang dijadikan bukti kepemilikan kendaraan bermotor adalah BPKB. Dalam istilah jual beli kendaraan bermotor jika jual beli kendaraan bermotor hanya ada dokumen stnk maka bisa dikatakan jual beli kendaraan STNK only. Jika sobat legal ingin melakukan jual beli kendaraan STNK only pastikan bahwa kendaraan tersebut bukan hasil curian atau hasil tindak kejahatan karena bisa saja pemilik asli kendaraan tersebut tidak mengetahui bahwa kendaraan bermotornya akan dijual oleh orang lain. Namun sebaiknya kendaraan jual beli kendaraan bermotor dengan kondisi dokumennya lengkap yaitu ada STNK dan BPKB.

Registrasi Kendaraan Bermotor

Pada prinsipnya, setiap kendaraan bermotor, termasuk sepeda motor, wajib diregistrasikan. Registrasi tersebut meliputi:

Berdasarkan Pasal 2 Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia nomor 7 tahun 2021 tentang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor

  1. Setiap Ranmor wajib di registrasikan
  2. Registrasi sebagaimana dimaksud adalah meliputi :
  3. Registrasi Kendaraan Bermotor Baru.
  4. Registrasi perubahan identitas Ranmor dan pemilik.
  5. Registrasi Perpanjangan Ranmor dan/atau.
  6. Registrasi Pengesahan Ranmor.

Berdasarkan Pasal 4 PerKepolisian RI 7/2021 bahwa

Registrasi Ranmor sebagaimana terhadap ranmor yang dimiliki oleh

  1. Instansi Pemerintah.
  2. Badan usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  3. Badan Internasional atau.
  4. Badan hukum asing yang berkantor tetap di Indonesia.

kemudian Pasal 5 PerKapolri 7/2021 bahwa Ranmor yang telah diregistrasi diberikan bukti registrasi Ranmor berupa :

  1. BPKB
  2. STNK
  3. TNKB

Bukti registrasi Ranmor terdapat NRKB dan pengadaan material BPKB, STNK dan TNKB dilaksanakan oleh Korlantas POLRI.

Registrasi kendaraan bermotor bertujuan untuk:

  1. tertib administrasi;
  2. pengendalian dan pengawasan kendaraan bermotor yang dioperasikan di Indonesia;
  3. mempermudah penyidikan pelanggaran dan/atau kejahatan;
  4. perencanaan, operasional manajemen dan rekayasa lalu lintas dan angkutan jalan; dan
  5. perencanaan pembangunan nasional.

Registrasi Perubahan pemilik Ranmor dapat dilakukan karena :

  1. Jual beli.
  2. Pembagian harta bersama perkawinan atas dasar adanya perceraian
  3. Penyertaan Ranmor sebagai modal pada badan usaha berbadan hukum.
  4. Kepemilikan Ranmor karena adanya penggabungan perusahaan berbadan hukum dan
  5. Tukar menukar.

Cek bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor

Untuk lebih mengenal dokumen apa saja yang dapat dijadikan bukti kepemilikan Ranmor maka berdasarkan Perkapolri 7/2021 bahwa :

  1. Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) adalah dokumen pemberi legitimasi kepemilikan kendaraan bermotor (“ranmor”) yang diterbitkan Polri dan berisi identitas ranmor dan pemilik, yang berlaku selama ranmor tidak dipindahtangankan.
  2. Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) adalah dokumen yang berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian ranmor yang berbentuk surat atau bentuk lain yang diterbitkan Polri yang berisi identitas pemilik, identitas ranmor dan masa berlaku termasuk pengesahannya.
  3. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) adalah tanda regident ranmor yang berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian ranmor berupa pelat atau berbahan lain dengan spesifikasi tertentu yang diterbitkan Polri.

Berdasarkan pasal tersebut maka STNK tidak dapat dijadikan bukti kepemilikan dan dijadikan sebagai dasar dokumen untuk melakukan transaksi jual beli Ranmor. Sehingga diperlukan pengecekan baik untuk STNK ataupun BPKB jika melakukan jual beli Ranmor.

Pentingnya BPKB dalam Jual Beli Kendaraan Bermotor

BPKB sebagai bukti kepemilikan Ranmor yang autentik menjadi syarat wajib untuk dapat melakukan transaksi jual beli atas Ranmor tersebut. Dan pastikan bahwa status berlakunya BPKB belum berpindah kepemilikannya dan masih menjadi milik yang namanya tertera di BPKB. Bukti BPKB kepemilikannya tergantung pada ada atau tidaknya pemindahan kepemilikan kendaraan bermotor sebagaimana tertuang dalam pasal 70 ayat (1) UULLAJ bahwa Buku Pemilik Kendaraan bermotor berlaku selama kepemilikannya tidak dipindahtangankan.

Jika bukti kepemilikan ranmor berpindah kepemilikan karena misal jual beli, hibah atau buku regis hilang atau rusak maka oemilik Ranmor wajib melaporkan kepada Kepolisian. Jika melihat dari dasar hukum KUH Perdata pasal 1457 bahwa :

“Jual beli adalah suatu persetujuan dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu barang, dan pihak yang lain untuk membayar harga yang dijanjikan”

Lebih lanjut setiap transaksi jual beli harus memenuhi syarat sah perjanjian sesuai dengan pasal 1320 KUH Perdata yang berbunyi :

  1. Kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya;
  2. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
  3. Suatu pokok persoalan tertentu;
  4. Suatu sebab yang tidak terlarang.

Sehingga jelas dalam transaksi jual Beli Ranmor harus memperhatikan pasal dalam KUH Perdata dan PerKapolri baik mengenai tindakan hukum yang akan dilakukan dan persyaratan dokumen yang harus dipersiapkan.

6 Tips Untuk Melakukan Jual Beli Kendaraan Bermotor

Untuk  meminimalisir risiko hukum penipuan dari jual beli Ranmor, berikut tips aman membeli kendaraan bekas menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI):

  1. Perhatikan dokumen kendaraan dan periksalah keasliannya

Dokumen kendaraan yang diperiksa yaitu STNK dan BPKB. Jika Anda ragu, mintalah informasi ke kepolisian. Cocokkan keterangan yang ada pada STNK, seperti warna kendaraan, nomor mesin, nomor rangka dan tahun pembuatan dengan kondisi fisik motor bekas atau mobil bekas.

  1. Perhatikan tahun pembuatan dan angka di speedometer

Perhatikan tahun pembuatan kendaraan dan angka yang ada di speedometer, apakah wajar atau ada kejanggalan.

  1. Cek mesin kendaraan

Jangan hanya memperhatikan kemulusan fisik kendaraan saja namun lakukan pengecekan mesin motor bekas atau mobil bekas. Jika awam, maka datanglah dengan teman yang tahu tentang mesin.

  1. Utamakan untuk membeli dari pemilik pertama, karena akan mengetahui track record kondisi kendaraan. Jika informasi kendaraan berasal dari iklan, tanyakan kepada pemasang iklan apakah dia mempunyai motor bekas lain yang dijual. Jika jawabnya ada motor yang lain, maka orang itu adalah makelar, bukan pemilik pertama.
  2. Hindari kendaraan yang masih menjadi jaminan kredit pada pihak ketiga.
  3. Jangan mudah tergiur dengan harga yang murah

Setelah dilakukan pembayaran atas transaksi Ranmor maka sobat legal wajib membuat kwitansi bermaterai  yang akan menjadi bukti bahwa telah terjadi transaksi jual beli Ranmor sesuai harga yang disepakati oleh kedua belah pihak dan telah beralihnya kepemilikan Ranmor sesuai KUH Perdata. Kemudian mintakan kwitansi kosong untuk proses balik nama kendaraan di Samsat. Mintakan copy ktp pembeli dan penjual sebagai arsip dokumen transaksi. Terakhir ambillah foto bersama penjual dan pembeli sebagai bukti bahwa Ranmor telah diserahkan dari penjual kepada pembeli.

Baiklah Sobat Legal itulah 6 Tips untuk melakukan Jual beli Kendaraan bermotor.

Jika sobat legal ingin melakukan pendirian Koperasi, PT, CV dan badan hukum lainnya  yang aman, cepat dan  mudah maka segera hubungi kami di 0818 0811 7271.

Legalisasi.com jasa pendirian PT dengan syarat pembuatan PT yang mudah “One Stop Bussiness Solution

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Do You Want To Boost Your Business?

drop us a line and keep in touch