Kisah Sukses Pengusaha Neufarm Membantu Efisiensi Sistem Pertanian di Indonesia

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email


Sobat legal pengusaha sejati selalu mencari jalan terbaik untuk menjalankan bisnisnya. Baik itu dari cara sistem penjualannya maupun bisnis model usahanya. Begitu pun dengan sosok pengusaha ini yaitu Febi Agil Ifdillah and Lintang Kusuma Pratiwi. Mereka memilih jalan sociopreneur untuk menjalankan bisnisnya. Bisnis mereka adalah perusahaan pertanian cerdas dengan misi tunggal untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya di industri pertanian melalui teknologi yang bernama Neurafarm.
Tujuan utama mereka adalah membantu mencapai ketahanan pangan global untuk masyarakat indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik untuk kemanusiaan.
Febi Agil Ifdillah, Chief Executive Officer Neurafarm mengatakan bahwa pihaknya sangat bahagia mendapat kesempatan untuk tetap dapat terhubung dengan para wirausahawan sosial dan pemimpin pasar dari negara lain di tengah kondisi saat ini.
“Sesi berbagi pengetahuan dan bertukar pikiran ini mengajarkan kami pentingnya memiliki perspektif global dalam mengelola bisnis sosial. Hal ini membuka pintu bagi kami untuk membangun jaringan internasional dan menciptakan peluang untuk dampak sosial yang lebih besar. Dan kami tidak sabar untuk rencana beberapa bulan yang akan datang,” tuturnya.
Usaha mereka sangatlah dibangun dengan keseriusan dan dedikasi tinggi. Mereka menggunakan jasa konsultan bisnis terkemuka dari Mckinsey & Company dan Temasek Internasional untuk meningkatkan kinerja perusahaan mereka.
Ada kisah menarik yang dapat kita ambil sebagai pelajaran dari pengalaman mereka berikut ini Neurafarm akan membagikan salah satu pengalaman mereka yang cukup berkesan, yaitu kerjasama riset bersama petani di kawasan Lembang, Jawa Barat tepatnya di daerah Parongpong. Mereka sangat senang dapat berkontribusi dalam meningkatkan hasil produksi lahan petani sambil menguji coba metode budidaya yang terus mereka kembangkan untuk disebarluaskan melalui aplikasi Dr.Tania. Riset ini sudah terlaksana sejak bulan Februari hingga Agustus 2020. Bersama dengan Pak Usep, petani yang lahannya mereka gunakan untuk bereksplorasi, mereka menanam cabai merah besar varietas TW sebagai objek riset.
Riset dilakukan dengan membandingkan antara metode budidaya khas petani dengan metode budidaya presisi yang dikembangkan oleh Neurafarm. Beberapa parameter yang diamati antara lain, fase vegetatif (tinggi tanaman dan jumlah daun), fase generatif (jumlah bunga dan bobot buah), tingkat keparahan serangan hama penyakit, dan biaya yang dihabiskan. Hasil menunjukkan bahwa pada fase vegetatif, rata-rata tinggi tanaman yang ditanam dengan metode petani 10 cm lebih tinggi dari metode Neurafarm. Rata-rata jumlah daun tanaman dengan metode petani 10 helai lebih banyak dari metode Neurafarm. Sementara itu, pada fase generatif, rata-rata jumlah bunga dengan metode petani 5 kuntum lebih banyak dari metode Neurafarm dan hasil panen buah cabai dengan metode petani 8 kg lebih banyak dari metode Neurafarm. Akan tetapi, tingkat keparahan serangan hama penyakit di tanaman dengan metode Neurafarm 8% lebih rendah dibandingkan dengan metode petani. Selain itu, metode Neurafarm 70% lebih hemat dibandingkan dengan metode petani.
Riset dilakukan dengan membandingkan antara metode budidaya khas petani dengan metode budidaya presisi yang dikembangkan oleh Neurafarm. Hasil menunjukkan bahwa metode Neurafarm mampu menghemat biaya pengeluaran hingga 70% dengan tingkat keparahan serangan hama dan penyakit lebih rendah. Selain itu, parameter yang diamati antara lain fase vegetatif (tinggi tanaman dan jumlah daun) serta fase generatif (jumlah bunga dan bobot buah). Ditemukan bahwa pada fase vegetatif, rata-rata tinggi tanaman yang ditanam dengan metode petani 10 cm lebih tinggi dan rata-rata jumlah daun 10 helai lebih banyak dari metode Neurafarm. Sementara itu, pada fase generatif, rata-rata jumlah bunga dengan metode petani 5 kuntum lebih banyak dan hasil panen buah cabai 8 kg lebih berat dari metode Neurafarm.
Di balik keberhasilan riset pertanian presisi yang telah dilakukan, terdapat beberapa tantangan yang tidak terduga. Salah satunya adalah terjadinya pandemi Covid-19 yang mulai ramai di akhir bulan Maret. Akibanya, beberapa kegiatan rutin seperti pemantauan lahan oleh tim Neurafarm harus dilakukan secara daring dengan bantuan Pak Usep di lahan. Untungnya, kegiatan tersebut dapat berjalan lancar karena didukung oleh kesiapan petani dari sisi teknologi. Tantangan lainnya adalah harga jual buah cabai pada bulan Juni-Agustus yang anjlok. Harga jual cabai TW biasanya sekitar Rp 5.000 per kilo jatuh menjadi Rp 2.000 per kilo. Hal tersebut sempat membuat semangat petani turun karena tidak sebanding dengan biaya yang telah dihabiskan.
Nah Sobat legal Kerja keras mereka untuk membantu Petani agar dapat memaksimalkan hasil pertanian ternyata membuahkan hasil dengan hasil riset mereka Petani terbantu dapat menghemat pengeluaran hingga 70% dan lebih tahan terhadap serangan hama penyakit. Sebagai perusahaan start up yang berjiwa sociopreneur tentunya hal ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. Semoga ke depannya banyak bermunculan start up yang mempunyai semangat sociopreneur untuk turut serta membangun dan meningkatkan mutu perekonomian di Indonesia.
Sobat legal demikianlah sebuah kisah sukses yang dapat kita ambil hikmahnya. Bahwa kerja keras dan tujuan mulia mereka dapat menghantarkan mereka ke gerbang kesuksesan. Sobat legal intuk mendirikan PT dapat segera mneghubungi kami di 0818 0811 7271.

legalisasi.com jasa pendirian pt dengan syarat pembuatan pt yang mudah “One Stop Bussiness Solution”.

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Aturan Baru Mengenai Bea Meterai tahun 2021

Sobat legal tentunya tidak asing lagi dengan yang namanya meterai, hampir di setiap surat perjanjian ada label meterai di lembar kertasnya. Berdasarkan UU Meterai ketentuan

Strategi Bisnis Kerajaan Majapahit

Indonesia pada jaman dahulu terkenal dengan berbagai kerajaan-kerajaan. Hal ini dikarenakan kerajaan-kerajaan jaman dahulu kala terkenal dengan strategi dagangnya yang hampir meliputi beberapa bagian dunia.

Do You Want To Boost Your Business?

drop us a line and keep in touch

× Tanya