EnglishIndonesian

Membuat Konten Visual Yang Menarik Untuk Media Sosial

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Sobat legal sosial media saat ini merupakan tempat berbagai sumber informasi yang membangun wawasan dan pengetahuan kita semua. Berbagai informasi dan konten-konten yang sangat menarik membuat kita malas beranjak dari layar hp. Fenomena ini jika dapat kita sikapi dengan bijak akan menjadi keuntungan tersendiri terutama bagi para Imers atau divisi digital marketing pada suatu perusahaan.

Semua hal Informasi yang berkaitan dengan seluruh aspek kehidupan disajikan dalam dalam sosial media. Mulai dari kehidupan percintaan hingga kehidupan hingga seluk beluk politik disajikan secara lugas di sosial media.

Nah kebutuhan akan informasi ini menjadikan sebuah konten visual menjadi menu wajib yang harus di sajikan oleh suatu produk atau perusahaan agar , produk atau jasanya dapat makin dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga suatu konten visual harus dibuat dan disebarkan pada audiens.

mungkin sebagian orang berpikir jika konten visual itu hanya tentang konten desain grafis rumit dan ruwet. Namun pada prakteknya konten visual itu ada berbagai macam jenisnya dan tidak sedikit  sebuah konten yang menjual itu hanya berisikan konten yang simpel dan mudah dibuat.

Lalu apa saja konten yang mempunyai nilai jual dan bagus secara Engagement, mari kita simak daftarnya berikut ini :

 

  1. Infografis

Sebuah bentuk infografis merupakan konten visual yang mulai populer di Indonesia sejak 10 tahun terakhir sejak kemunculan Instagram.

Kebanyakan bentuknya memang telah berevolusi menjadi lebih menarik. Jika dahulu infografis identik dengan bentuk panjang vertikal kini lebih banyak berbentuk persegi atau persegi dengan seri geser (slide).

Jadi Infografis pada intinya adalah berusaha untuk menjelaskan informasi dan data yang kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dan mudah dimengerti, Alasannya karena simbol-simbol dan gambar di dalamnya menyederhanakan proses penyampaian informasi. Karena infografis disukai dan mudah untuk disebarluaskan.

  1. Carousel

Kenyataannya agak sulit menyebut jenis konten visual ini dalam bahasa Indonesia. Namun intinya adalah konten visual dengan format carousel identik dengan konten berseri yang disusun secara bergeser. Fitur ini mulanya terdapat di sosial media Facebook yang kemudian lebih populer di Instagram.

Format Carousel memungkinkan pengguna sosial media untuk mencerna informasi yang awalnya hanya terbatas dalam satu visual berbentuk persegi menjadi beberapa seri. Akibatnya proses penyampaian informasi menjadi lebih berkembang dan lebih kreatif.

Format Infografis yang dahulu harus disajikan memanjang vertikal kini bisa disajikan secara horisontal dan terfokus pada bagian-bagian penting layaknya bab dalam sebuah artikel.

Uniknya tren yang ada teknik ini digunakan banyak oleh para pemasar untuk memasukkan seruan aksi atau call to action pada materi yang mereka sampaikan. Sehingga konten visual yang dahulu hanya menyampaikan informasi kini bisa digunakan untuk mengajak pembacanya untuk melakukan tindakan.

  1. Slide

Format Slide sejatinya sama dengan carousel. Namun dibedakan karena slide hanya ada di sosial media Linkedin. Fitur slide di LInkedin lebih mengoptimalkan penggunaan materi yang mulanya hanya ada di ruang presentasi seperti Power Point ataupun PDF.

Cara penggunaan slide di LInkedin menjadi menarik karena lebih banyak digunakan untuk menyampaikan laporan-laporan dan data-data yang memang memiliki banyak informasi teks. Namun karena disajikan secara presntasi maka informasi yang disampaikan menjadi lebih mudah dimengerti. Selain itu konten visual yang ada di materi slide juga membantu pembaca untuk bisa memahami informasi dengan lebih sederhana.

Hal ini Berbeda dengan carousel yang mengharuskan untuk sebuah konten visual seperti infografis dipotong-potong menjadi persegi berseri, format slide memungkinkan untuk infografis disajikan secara berseri. Ini merupakan bentuk presentasi konten visual dengan tingkat yang lebih tinggi. Karena menuntut desain yang lebih konsisten namun dengan data yang lebih banyak dan kompleks.

  1. Quote

Muatan Materi konten visual yang paling mudah dibuat di sosial media adalah materi kutipan atau quote. Kutipan-kutipan biasanya diambil dari pendapat seseorang yang inspirasional ataupun memiliki pendapat yang punya pengaruh besar.

Pada umumnya kutipan-kutipan diambil dari tokoh-tokoh sukses dunia ataupun dari buku-buku yang beredar di masyarakat.

Sehingga dari segi visual, konten kutipan meski sederhana telah mampu menarik perhatian karena berupa kata-kata yang disajikan dalam bentuk gambar.

terlebih karena kontennya sederhana, orang yang menyenangi materinya akan mudah untuk menyebarluaskan ke lingkaran pertemanan yang dimilikinya.

  1. Foto Naratif

Sebuah Konten visual tidak melulu tentang desain yang rumit. Tetapi juga bisa berupa konten fotografi yang diberi teks untuk menambahkan sebuah narasi.

Dengan kata lain dapat disebut dengan konten foto naratif. Konten ini sebenarnya sudah lama ada sejak era fotografi dan kemunculan koran. Namun di era sosial media konten jenis ini menjadi kembali diminati karena memiliki pengaruh emosi yang kuat.

Salah satu Alasannya karena umumnya foto naratif dibuat oleh jurnalis fotografi yang sering berusaha membangun cerita melalui sebuah foto dengan momen yang tidak biasa. Sehingga jika mulanya hanya tentang sebuah foto, jika ditambahkan dengan kata-kata narasi, hasilnya konten visual akan memberi dampak emosi yang sangat kuat.

Jadi Tantangan dari konten ini adalah bukan hanya dari segi menuliskan narasinya, tetapi juga bagaimana mendapatkan foto yang powerful.

  1. Gif

Menariknya Konten visual yang satu ini berkembang beberapa tahun terakhir meski teknologinya sudah ada sejak sekitar dua dekade lalu. Konten visual gif adalah konten yang mulanya adalah video namun karena format video berat untuk dibuka dan terlalu lama durasinya akhirnya diperpendek dan disingkat menjadi hanya beberapa frame saja.

Hasil akhirnya adalah sebuah gambar bergerak yang ringan untuk dibuka dan disebarluaskan. Pembaca atau penonton konten gif tidak lagi takut untuk kehabisan paket data ataupun harus menunggu buffer.

Hingga saat ini konten git yang optimal hanya bisa digunakan di sosial media Facebook dan Twitter.

  1. Kolase

Format Konten visual juga tidak hanya terpaku dengan satu visual dalam satu format. Bisa jadi dalam satu format di dalamnya terdapat beberapa konten visual. Format ini bisa disebut juga dengan konten kolase.

Pada Umumnya konten kolase adalah konten foto. Para konten kreator biasanya merangkai beberapa foto sekaligus untuk menunjukkan momen dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Hal yang menarik dari kolase adalah bentuk formasinya tidak harus simetris, konten bisa disusun dengan bentuk yang asimetris agar terlihat memiliki estetika yang lebih menarik.

  1. Meme

Bingung  apa penyebutannya dalam bahasa Indonesia. Tetapi konten visual yang satu ini begitu populer di sosial media saat ini. Meme merupakan konten visual yang paling tidak bisa diatur oleh aturan-aturan seni ataupun konten.

Sebuah Meme sering kali lahir secara organik, murni dari kreatifitas para pembuat konten yang sebenarnya tidak punya keahlian membuat konten yang rumit. Mereka hanya fokus pada ingin menyampaikan pesan yang sering kali naif tetapi masuk akal.

Untuk konten yang dibuat juga umumnya mengambil dari konten-konten yang sudah ada kemudian dimodifikasi dengan menambahkan konteks yang baru dan kata-kata. Hasilnya adalah sebuah materi konten visual yang arti dan pemaknaannya bisa jauh berbeda dari konten asilnya.

Konten dengan format ini populer sejak kemunculan website parodi dan komedi seperti KnowYourMeme atau di Indonesia seperti Meme Comic Indonesia.

Sobat legal itulah berbagai jenis konten visual yang ada dan populer hingga saat ini yang banyak ditemukan di berbagai sosial media. Sebagai konten visual, konten-konten di atas semuanya berusaha untuk menyampaikan satu hal yakni pesan yang agar tersampaikan pada para audiens.

Berbagai Pesan yang ingin disampaikan tentu bermacam-macam. Pesan itu bisa berupa pesan sosial, pesan moral, pesan edukasi, bahkan pesan komersial. Maksud dan tujuan semua pesan yang disampaikan tentu ingin bisa diterima dan bisa digunakan untuk mencapai tujuan masing-masing. Dalam konten bisnis dan brand tentu saja konten visual diharapkan bisa memberikan dampak pada pemasaran dan penjualan.

Oleh sebab itu konten visual kini menjadi sangat penting karena sosial media sangat bergantung pada repetisi penggunanya. Selain itu sosial media yang seakan berfungsi sebagai pengumpul masa juga membutuhkan sirkulasi informasi yang baru dan update setiap harinya. Membuat konten visual yang menarik dan mempunyai kecenderungan untuk viral di sosial media dapat meningkatkan brand awareness hingga 90%.

Jika sobat legal ingin melakukan pendirian Koperasi, PT, CV dan badan hukum lainnya  yang aman, cepat dan  mudah maka segera hubungi kami di 0818 0811 7271.

legalisasi.com jasa pendirian pt dengan syarat pembuatan PT yang mudah “One Stop Bussiness Solution”

 

 

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Tata Cara Mendirikan Koperasi Sekolah

Sobat legal koperasi sebagai badan hukum dapat diperuntukkan di semua bidang usaha yang diperbolehkan oleh undang-undang. Mulai dari bidang usaha yang berbentuk jasa hingga produsen

Do You Want To Boost Your Business?

drop us a line and keep in touch