Memperingati Hari Anak Sedunia – Legalisasi
EnglishIndonesian

Memperingati Hari Anak Sedunia

Meperingati Hari anak sedunia

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Sobat legal The International Day for Protection of Children (Hari Internasional untuk Perlindungan Anak-anak) dirayakan di banyak negara sebagai Hari Anak pada 1 Juni sejak 1950. Penggagas hari Anak Tersebut tidak lain didirikan oleh Federasi Demokrasi Internasional Wanita pada kongresnya di Moskow (4 November 1949). Namun pada kenyataannya banyak negara tidak mengakui bahwa tangal 1 Juni sebagai Hari Anak-Anak. Di seluruh dunia Hari anak dirayakan untuk menghormati anak-anak dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak anak.

Hari Anak yang dikenal juga Hari Perlindungan Anak Internasional ditetapkan oleh Women’s International Democratic Federation selama kongres tahun 1949 yang diadakan di Moskow.

Adapun negara-negara yang merayakan hari anak  adalah seperti Rusia, Yugoslavia, serta beberapa negara Eropa, Afrika, Asia dan Amerika Latin lainnya. Biasanya hari perayaan Hari anak tersebut akan diisi kegiatan seperti kontes, pertunjukan, liburan bersama anak, dan lain-lain agar anak bersenang-senang.

Uniknya di beberapa Negara Hari Perlindungan Anak Internasional dijadikan  sebagai tanggal merah di kalender, seperti di Cape Verde, Laos dan Mongolia. Di Cape Verde hari ini disebut sebagai Hari Pemuda, dan di Mongolia dikenal sebagai Hari Ibu dan Anak.

Berbeda dengan yang ada di  Amerika Serikat, Hari Anak akan dirayakan pada hari Minggu kedua di bulan Juni. Lalu bagaimana perayaan hari anak di negeri kita tercinta. Di Indonesia sendiri juga terdapat peringatan Hari Anak Nasional yang dirayakan setiap 23 Juli. Tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional ini diperingati sesuai keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984. Sehingga terdapat perbedaan tanggal perayaan Hari anak di setiap negara.

UNICEF membuat Hari anak sedunia sebagai event tahunan yang diperuntukkan oleh anak-anak dan dilakukan oleh anak-anak. Pandemi covid 19 secara langsung memberikan efek yang sangat buruk bagi perkembangan anak-anak jika hal ini tidak segera ditangani maka akan berakibat efek jangka panjang seperti kurang bersosialisainya anak dengan teman sebaya karena keharusan belajar dari rumah secara daring. Yang mengkhawatirkan adalah hubungan interaksi sesama anak-anak hilang sehingga anak-anak akan kehilangan masa indah sewaktu kecil bermain bersama teman-temannya.sehingga menjadi kewajiban kita untuk mmeberikan rasa aman bagi dunia anak-anak dari pandemi covid ini.

Tepatnya Pada 20 November, anak-anak akan membayangkan kembali dunia yang lebih baik. Hari Anak Sedunia pertama kali ditetapkan pada tahun 1954 dengan tanggal perayaan pada 20 November setiap tahun. Hari anak-anak dibuat untuk mempromosikan kebersamaan internasional, kesadaran di antara anak-anak di seluruh dunia, dan meningkatkan kesejahteraan anak. 20 November diambil sebagai Hari Anak karena pada tahun 1959, Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Hak Anak. Ini juga merupakan tanggal pada tahun 1989 ketika Sidang Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak Anak.

Hari Anak Sedunia menyadarkan kita bahwa perayaan tersebut akan penuh dengan inspirasi untuk mengadvokasi, mempromosikan dan merayakan hak-hak anak yang diterjemahkan ke dalam dialog dan tindakan yang akan membangun dunia yang lebih baik bagi anak-anak.

Pada Hari Anak Internasional yang dirayakan pada tanggal 1 Juni sedangkan Hari Anak Sedunia diperingati tanggal 20 November. Pada kenyataannya Keduanya memiliki konsentrasi isu yang berbeda. Hari Anak Sedunia dibuat untuk mengubah cara masyarakat melihat dan memperlakukan anak. Terutama untuk urusan meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan anak. Sedangkan Hari Anak Internasional lebih menyepakati untuk memberikan perlakuan yang tepat pada anak ketika menghadapi masa-masa sulit. Perayaan ini memastikan bahwa anak juga berkembang dengan baik tanpa adanya eksploitasi dan mengarahkan anak untuk menunjukkan keahliannya yang berguna bagi masyarakat. Keduanya sama-sama berkonsentrasi dengan anak-anak di berbagai keadaan, bahkan yang terburuk sekalipun, guna regenerasi lebih baik.

Pada Hari Anak Sedunia 2020 ini, UNICEF menyerukan pada para orang tua dan pemerintah untuk memastikan enam poin rencana untuk anak ini terpenuhi, yaitu:

  1. Pastikan semua anak belajar, termasuk dengan menutup kesenjangan digital.
  2. Jamin akses ke layanan kesehatan, gizi, dan membuat vaksin terjangkau dan tersedia untuk setiap anak.
  3. Dukung dan lindungi kesehatan mental anak-anak dan remaja. Akhiri pelecehan, kekerasan berbasis gender, dan penelantaran di masa kanak-kanak.
  4. Tingkatkan akses ke air bersih, sanitasi, dan atasi degradasi lingkungan dan perubahan iklim.
  5. Stop peningkatan kemiskinan yang berdampak pada anakdan memastikan pemulihan inklusif untuk semua.
  6. Menggandakan upaya untuk melindungi dan mendukung anak-anak dan keluarganya yang hidup di tengah konflik, bencana dan pengungsian.

Dengan adanya Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dapat dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak Indonesia agar nantinya anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Ditambah dengan upaya untuk mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak. Besar harapannya Upaya ini akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta tanah air di masa pandemi Covid-19.

Hadirnya Peringatan HAN di masa pandemi Covid-19 ini adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian semua pilar bangsa Indonesia, baik orangtua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Dengan timbulnya semangat kepedulian dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi, serta memastikan segala hal yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan kurang lebih 79,55 juta anak Indonesia secara optimal terutama khususnya di bidang Pendidikan.Tentu hal ini menjadi tolak ukur setiap DInas terkait agar tidak adanya anak putus sekolah dan apabila ada anak yang putus sekolah maka hendaknya menganyomi anak dan keluarga untuk mengikuti ujian Paket dan keterampilan di  Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

 

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Meperingati Hari anak sedunia
Inspiratif

Memperingati Hari Anak Sedunia

Sobat legal The International Day for Protection of Children (Hari Internasional untuk Perlindungan Anak-anak) dirayakan di banyak negara sebagai Hari Anak pada 1 Juni sejak 1950.

Do You Want To Boost Your Business?

drop us a line and keep in touch