EnglishIndonesian

Tips Bisnis Pekerja Yang Ingin Jadi Pengusaha

LEGALISASI.COM

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Sobat legal Pandemi Covid-19 tidak terasa telah berjalan selama setahun lebih. Hal ini tentu saja merubah pola dan kehidupan masyarakat kita. Bekerja dari rumah atau work from home sangat merubah pola keseharian masyarakat Indonesia. Tak urun hal ini juga membuat para karyawan mempunyai waktu yang lebih luang sehingga timbul pemikiran untuk memulai ide usaha bagi karyawan tersebut. Menjadi pengusaha menjadi pilihan bagi sebagian karyawan untuk menambah pundi-pundi kekayaan. Seorang perencana keuangan dan financial educator lifepal, aulia akbar membagikan tahap demi tahap yang bisa anda lakukan untuk menjadi pengusaha. Berikut adalag 5 tips bagi karyawan ingin menjadi pengusaha :

  1. Tetapkan pengeluaran bulanan Lakukan perhitungan atas pengeluaran bulanan m dengan seksama. Pemasukan sebagai pengusaha bisa saja melebihi pemasukan bulanan saat menjadi karyawan. Namun ketahui pulalah bahwa pemasukan itu bersifat tidak tetap. Akan ada masa di mana pemasukan menjadi lebih kecil begitu pun sebaliknya. Bahkan ada pula masa-masa di mana tidak mendapatkan pemasukan sama sekali lantaran risiko usaha. Oleh karena itu, usahakan agar pengeluaran bulanan untuk kebutuhan sehari-hari bersifat tetap. Dengan begitu, bisa menghitung berapa dana darurat dan uang pertanggungan asuransi yang dibutuhkan.
  2. Siapkan dana darurat Sebelum memulai usaha, hal yang wajib miliki adalah dana darurat yang memadai. Ketahui bahwa penghasilan sebagai pengusaha tidaklah tetap. Risiko berkurang atau hilangnya penghasilan karena usaha berpotensi terjadi kapan saja. Tidak ada salahnya menyimpan dana darurat setara lebih dari 6 kali pengeluaran bulanan atau 12 kali pengeluaran bulanan. Dana darurat berfungsi sebagai dana untuk memitigasi risiko di saat Anda tidak bisa mencetak penghasilan bersih dari usaha. Sekadar diketahui, keuangan bisnis merupakan hal yang berbeda dengan keuangan pribadi. Saat Anda memutuskan berbisnis, langsung pisahkan keuangan untuk bisnis dan keuangan pribadi. Sebaiknya harus disiplin dalam pembukuan sejak awal.
  3. Miliki proteksi Bila saat ini Anda mendapat fasilitas asuransi kesehatan dari kantor untuk diri sendiri, maupun untuk anggota keluarga, maka fasilitas itu tidak akan di dapatkan lagi secara gratis jika Anda banting setir jadi pengusaha. Selain memiliki dana darurat, miliki pula asuransi untuk menghindari hilangnya atau terkurasnya tabungan karena sejumlah risiko atau musibah yang muncul menimpa diri. Bila sama sekali belum memiliki asuransi dan memiliki bujet terbatas untuk membayar jaminan kesehatan, pertimbangkanlah untuk membeli asuransi rawat inap terlebih dahulu. Sementara itu, bila harus menjalani proses rawat jalan, manfaatkan BPJS Kesehatan. Selain itu, jika Anda adalah pencari nafkah, wajib melindungi keluarga dengan memiliki asuransi jiwa. Ketahui pula bahwa semakin tua usia ketika membeli asuransi, makin mahal pula premi yang harus di bayarkan.
  4. Kenali bisnis yang dijalani dan kesehatan keuangan usaha Anda Sangat bahaya bila Anda sendiri tidak memahami bisnis yang Anda jalani dengan baik. Sebuah rencana bisnis akan bisa menjawab pertanyaan penting tentang, apa yang Anda jual? Siapa pangsa pasar Anda? Seperti apa proyeksi bisnis Anda? Dan bagaimana Anda menjaga kesehatan keuangan di usaha Anda. Lakukan pencatatan keuangan usaha Anda agar Anda bisa mengenali kesehatan keuangan Anda dengan baik. Dan yang tidak kalah penting adalah, pisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis Anda.
  5. Mulai dari yang kecil Banting setir dari karyawan menjadi pengusaha tentu bukanlah hal yang mudah, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa menerima penghasilan rutin bulanan dari pemberi kerja. Tidaklah salah untuk memulainya secara perlahan, sebut saja dengan menjalankan bisnis sampingan skala kecil. Tentu saja, dengan bisnis sampingan Anda tidak akan kehilangan sumber penghasilan tetap Anda dari pekerjaan utama. Lambat laun, ketika bisnis sampingan itu berkembang dan bisa menghasilkan uang lebih dari sekali gaji bulanan yang diperoleh, Anda pun bisa totalitas fokus menjalani usaha.

Sebagai tambahan bagi sobat legal yaitu “sedia payung sebelum hujan” ya benar sobat legal uruslah segala legalitas mengenai usaha yang akan dijalankan baik itu mengenai perizinan maupun badan hukumnya karena jangan sampai usaha yang kamu jalan kan mengalami hambatan karena belum mempunyai izin usaha. Bahkan untuk usaha yang didirikan secara perorangan maka usaha tersebut wajib mempunyai SIUP perorangan.

Jika sobat legal ingin melakukan pendirian Koperasi, PT, CV dan badan hukum lainnya  yang aman, cepat dan  mudah maka segera hubungi kami di 0818 0811 7271.

legalisasi.com jasa pendirian pt dengan syarat pembuatan PT yang mudah “One Stop Bussiness Solution”

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Tata Cara Mendirikan Koperasi Sekolah

Sobat legal koperasi sebagai badan hukum dapat diperuntukkan di semua bidang usaha yang diperbolehkan oleh undang-undang. Mulai dari bidang usaha yang berbentuk jasa hingga produsen

Do You Want To Boost Your Business?

drop us a line and keep in touch