Tips Membangun Jaringan Reseller Online Shop

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Sobat legal berbagai macam cara dilakukan oleh pengusaha untuk meningkatkan salesnya mulai dari promo, menambah sdm marketing hingga membangun jaringan distribusi dan reseller. Salah satu strategi yang cukup efektif dan ekonomis untuk menambah sales adalah dengan membangun jaringan reseller. Dengan jaringan reseller maka produk atau barang kita akan terdistribusi dengan baik dan hadir di berbagai kota dimana reseller bertempat tinggal.

Namun untuk mulai membangun jaringan reseller ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebelum kita membangun sistem jaringan reseller. Untuk itu mari kita simak beberapa tips membangun reseller.

I. KENALI DAN PAHAMI CALON RESELLER

Sebelum kita menjalin hubungan dengan reseller kita harus mengenali dan memahami karakter calon reseller. Hal ini bisa kita dapatkan dengan mencari apa alasan terbesar para reseller ingin menjualkan produk kita. Apakah karena personal branding dari owner atau value yang sangat tinggi pada produk atau diskon yang cukup besar untuk harga reseller atau aturan yang flexibel bagi para reseller. Cari tahu dan gali lebih dalam apa motivai dan alasan reseller ingin bergabung dan menjualkan produk kita.

Selain alasan ingin bergabung kita juga perlu tahu apa dan siapa calon reseller kita. Ada dua karakteristik calon reseller yaitu :

  1. Reseller Aktif

Reseller aktif  merupakan reseller aktif sebelumnya, jadi dia sudah mempunyai jaringan pelanggan yang sangat kuat sehingga potensi untuk menjual barang sangatlah tinggi bagi reseller tersebut. Dan dengan pengalamannya sebagai reseller membuat sistem kerja menjadi tertata dengan rapi.

  1. Reseller Pasif

Reseller pasif adalah reseller yang baru pertama kali menjadi reseller di perusahaan kita. Istilahnya “Nubie” jadi memang pemain baru dalam dunia reseller. Pendirian PT juga dapat dilakukan sebelum membangun reseller. Reseller dengan karakter seperti  ini harus rajin kita edukasi mengenai produk knowledge dan sistem kerja reseller di perusahaan.

Setelah kita mengenali calon reseller maka sebelum kita membuka kemitraan dengan reseller ada beberapa hal yang harus kita perhatikan yaitu :

  1. TRAFFIQ

Bagaimana cara mendatangkan arus pengunjung kepada reseller, tentukan startegi terbaik agar reseller bisa mendatangkan traffiq ke tokonya sendiri.

  1. CUSTOMER

Tentukan target market customer untuk para reseller. Berikan panduan kepada reseller untuk bisa memahami perilaku dan pola belanja customer.

  1. KOMUNIKASI VISUAL SOSIAL MEDIA

Tentukan strategi untuk konten-konten sosial media baik berupa gambar, video serta cara penyampaian dan gaya bahasa kepada customer melalui media sosial. Hal ini dilakukan supaya reseller menjadi aktif berjualan dengan strategi promo dan sales yang di kreasikan oleh perusahaan.

II. ATURAN MAIN

Agar terjalin suatu sistem hubungan kerja yang baik antara reseller dengan perusahaan maka kita harus tentukan aturan main atau regulasi khusus reseller. Peraturan tersebut dapat mengatur mengenai :

  1. CARA KOMUNIKASI RESELLER DENGAN PERUSAHAAN

Cara komunikasi reseller dengan perusahaan dapat dilakukan media whatsapp , telegram atau media chat lainnya yang dirasa efektif dan mudah untuk menjadi jalur komunikasi antara reseller dengan perusahaan.

  1. HANDLING KOMPLAIN

Dalam penjualan terkadang ada beberapa customer yang mengajukan komplain terhadap barang baik itu karena kualitas produk ataupun kendala di pengiriman barang. Untuk hal ini perusahaan harus menentukan bagaimana cara penanganannya. Apakah penanganan komplain bisa dilakukan oleh reseller tersebut atau penangangannya di teruskan langsung kepada pusat/perusahaan.

  1. PANDUAN DAN PERATURAN RESELLER

Tentukan secara detail mengenai panduan dan peraturan dengan reseller. Didalamnya harus termuat cara order, syarat menjadi reseller,  syarat dan ketentuan reseller, cara komplain , cara menjawab customer, cara mencari barang di reseller lain antara sesama reseller dll.

Aturan main ini harus disepakati oleh para reseller sehingga proses bisnis antara perusahaan dengan reseller akan berjalan dengan maximal. Aturan main ini harus dijelaskan kepada reseller mengenai alasan atau maksud apa hingga dibuatnya aturan ini. Sehingga reseller paham betul mengenai maksud dan tujuan dibuatnya aturan main reseller. Aturan main ini tidak mutlak sepenuhnya berasal dari perusahaan. Aturan main ini bisa juga datangnya berasal dari reseller dengan segala pertimbangan yang cukup baik maka masukan dari reseller bisa menjadi klausul dalam aturan main.  Sehingga kesimpulan yang utama dalam aturan main reseller adalah dapat  memahami aturan main dengan benar dan jelas.

Untuk konsultasi mengenai peraturan reseller dapat menghubungi kami di 0818 0811 7271.

 

III. MEMBUAT LOYAL RESELLER

Setelah reseller sudah kita rekrut dan dapat berjualan produk kita secara resmi maka kita harus melakukan pemeliharaan terhadap reseller. Ada beberapa hal yang  harus kita perhatikan dalam upaya maintain/pemeliharaan reseller.

Membangun trust reseller untuk meningkatkan loyalitas dapat kita lakukan dengan cara menjalin personal engangement atau kedekatan emotional terhadap reseller. Hal ini bisa kita lakukan dengan memberikan kue ulang tahun ketika reseller berulang tahun dan beberapa hal lain yang dapat menarik hati reseller. Emotional bonding dengan reseller juga harus kita pelihara. Hal ini bisa kita lakukan dengan sering telpon menanyakan kabar atau makan bareng bersama reseller. Memberikan kepercayaan penuh kepada reseller juga dapat meningkatkan trust tehadap reseller. Berikan ruang gerak yang bebas untuk reseller dalam mencapai target-target penjualan produk.

Kemudian berikan edukasi dan pemahaman yang cukup kepada  reseller mengenai produk knowledge sehingga reseller percaya bahwa produk kita dapat menjadi solusi bagi kebutuhan customer.

 

IV. SENJATA DAN AMUNISI RESELLER

Seperti situasi berperang maka sebelum berperang layaknya kita sebagai garda terdepan harus menyiapkan peralatan perang baik itu senjata atau alat utama sistem senjata berikut amunisi yang mutakhir dan cukup untuk bekal berperang.

Begitu pun dengan reseller sebagai perusahaan baik yang berbentuk PT maka kita harus menyiapkan segala bentuk platform marketing dan promo sebagai strategi untuk meledakkan omset. Perusahaan dapat menyiapkan media apa saja yang akan menjadi platform marketing. Kemudian perusahaan dapat membuat ebook mengenai produk knowledge sehingga ebook tersebut akan menjadi panduan bagi reseller. Merketing kit dan promosi tools juga harus disiapkan oleh perusahaan sehingga timbul kepercayaan diri yang tinggi bagi reseller untuk menjual produk-produk perusahaan.

Edukasi mengenai cara penggunaan produk juga harus terus kita sampaikan kepada reseller mulai dari detail bahan produk sampai kualitas produk harus kita jelaskan kepada reseller sehingga reseller paham betul keunggulan dan keutamaan produk yang ditawarkan

Baiklah sobat legal legal demikianlah beberapa tips dan trik untuk membangun sistem jaringan reseller. Jika sobat legal ingin melakukan pendirian PT dapat menghubungi kami di0818 0811 7271.

LEGALISASI.COM “one stop bussiness solution

 

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Strategi Bisnis Kerajaan Majapahit

Indonesia pada jaman dahulu terkenal dengan berbagai kerajaan-kerajaan. Hal ini dikarenakan kerajaan-kerajaan jaman dahulu kala terkenal dengan strategi dagangnya yang hampir meliputi beberapa bagian dunia.

Do You Want To Boost Your Business?

drop us a line and keep in touch

× Tanya