Tips Meningkatkan Nilai Brand

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Sobat legal tentunya sudah memahami bahwa sebuah brand membutuhkan suatu pemeliharaan khusus dan perhatian yang lebih supaya brand perusahaan makin tertanam di benak pikiran konsumen. Selain brand awareness sebuah brand harus mampu menguasai dan mengambil alih market share. Tidka hanya itu sebuah brand juga harus mampu meningkatkan value pada corporated dan consumer oriented.

Jika melihat dari sudut pandang ahli Brand Alistair Speirs, Chairman of The World’s Most Valued Brand (MVB), di masa kini dan ke depan, ukuran-ukuan tadi akan kalah dengan isu lingkungan dan sosial yang menjadi perhatian konsumen, “Sehingga di masa depan brand yang bernilai tinggi adalah yang memperhatikan setiap isu lingkungan dan sosial yang mengikuti produknya dari produksi hingga sampai ke tangan konsumen,” jelas Alistair.

Para pelaku bisnis biasanya mengklaim bahwa kepedulian mereka terhadap lingkungan sering diwujudkan dalam program-program CSR perusahaan. Padahal menurut Alistair pemahaman CSR dan praktiknya masih banyak terjadi kesalahan penerapan. Sebenarnya “CSR bukan bagaimana Anda berbagi dari profit yang didapat perusahaan, tetapi dimulai dari bagaimana Anda menjalankan bisnis untuk mendatangkan profit itu,”

Dia mencontohkan, Apple, perusahaan komputer asal Amerika Serikat itu sengaja tidak membangun atau mendirikan divisi CSR dalam perusahaannya, tetapi setiap timah yang digunakan untuk memproduksi komputernya dipastikan berasal dari pertambangan yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, masyarakat sekitar areal tambang dan seluruh buruh pekerjanya.

MVB memetakan ada tujuh hal yang harus di perhatikan dan terus dibangun perusahaan untuk meningkatkan nilai brandnya yaitu :

  1. Perusahaan harus menunjukkan bahwa mereka menghargai komunitas lokal ditempat bisnis mereka beroperasi dan menunjukkan good corporate citizenship. Hal ini bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang di sekitar domisili usahanya terdapat pelaku umkm produksi. Para pelaku umkm tersebut dapat di didik atau diarahkan untuk membantu proses produksi perusahaan dengan tetap memperhatikan kualitas dari hasil produksi mereka.
  2. Best business practice, sebuah brand harus mampu menunjukkan bahwa mereka memahami dan menjunjung best business practice dalam praktik industrinya, juga berusaha menciptakan kontribusi yang bernilai terkait best business practice. Best Bussines Practice disini dalam pengertian perusahaan harus bisa belajar bagaimana cara mengatur beberapa macam cara operasional dengan berkaca atau membandingkan dengan perusahaan lain yang dikenal dengan istilah benchmarking. Dengan melakukan benchmarking maka kita bisa mengambil data dari hasil riset yang berupa pengukuran dari kualitas kebijakan organisasi, produk, program, strategi, dan lainnya, untuk memberikan wawasan yang diperlukan untuk membantu manajemen dalam memahami proses dan produknya baik dengan cara membandingkannya dengan industri serupa ataupun yang berbeda. Benchmarking bisa juga disebut sebagai perbandingan yang dijadikan tolok ukur atau patokan.
  3. Good employers, sebuah brand yang baik adalah yang berasal dari perusahaan yang menghargai dan menghormati seluruh pekerjanya secara sama rata dan meberikan kesempatan yang sama tanpa melihat gender, ras dan usia. Mereka (perusahaan) juga harus memberikan pelatihan yang baik, manajemen hubungan perusahaan – pekerja yang baik dan jenjang karier yang jelas. Dengan kata lain sebuah perusahan harus bisa memiliki sumber daya manusia yang berkomitmen kuat dan berkinerja unggul, mampu meningkatkan hasil bisnis melalui pengelolaan sumber daya manusia yang efektif serta mampu mengelola bisnisnya dengan cara membangun kesuksesan jangka panjang. Dan pada akhirnya karyawan bukan merupakan suatu beban perusahaan namun dapat menjadi aset perusahaan di masa depan.
  4. Faktor safety and security, brand yang baik juga berasal dari bisnis yang memperhatikan keamanan dan kenyamanan pekerja dan konsumennya, dengan memastikan bahwa dalam setiap aspek bisnisnya dijalankan dengan mengedepankan kedua hal tersebut.
  5. layanan kepuasan akan customer service dan respect, brand sebaiknya tidak hanya menyediakan layanan Customer seperti call center, tetapi harus lebih spesifik menangani keluhan konsumen.
  6. Environmental friendliness, brand harus menunjukkan dengan transparan bahwa dia dihasilkan dari praktik bisnis yang peduli dengan lingkungan, demikian juga dengan pekerja dan seluruh stakeholdernya pun juga harus menunjukkan kepedulian yang sama. Dengan mengutamakan prinsip ramah lingkungan maka bukan tidak mungkin nilai brand akan semakin meningkat dikarenakan isu lingkungan hidup merupakan isu yang ramai diperbincangkan di tengah ancaman pemanasan global (global warming) bagi keselamatan bumi dan penghuninya. Jika perusahaan menerapkan ramah lingkungan disetiap kegiatannya maka tentu saja nilai brand perusahaan akan semakin dekat di hati masyarakat sebagai perusahaan yang peduli akan lingkungan hidup.
  7. brand values, sebuah brand harus berdedikasi untuk memelihara etika berbisnis yang baik dan menciptakan kontribusi yang bernilai didalam indutrinya. Misalnya dengan mendorong divisi riset dan teknologinya untuk mengadopsi teknologi terbaru yang ramah lingkungan.(EVA)

Baiklah sobat legal itulah beberapa cara untuk meningkatkan nilai brand perusahaan yang harus kita wujudkan sebagai upaya untuk menyusun strategi marketing perusahaan.

Jika sobat legal ingin melakukan pendirian Koperasi, PT, CV dan badan hukum lainnya  yang aman, cepat dan  mudah maka segera hubungi kami di 0818 0811 7271.

legalisasi.com jasa pendirian pt dengan syarat pembuatan PT yang mudah “One Stop Bussiness Solution”

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Do You Want To Boost Your Business?

drop us a line and keep in touch

× Tanya